MAKALAH
PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN
HALAMAN SAMPUL

HARDIANTI
35114009
3AD3
PROGRAM STUDI D3 ADMINISTRASI BISNIS
JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur
penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayahnya,
serta nikmat sehat sehingga penyusunan makalah guna memenuhi tugas mata kuliah
“Pengembangan Kepribadian” ini dapat selesai sesuai dengan yang diharapkan.
Shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW dan
semoga kita selalu berpegang teguh pada sunnahnya.
Makalah ini di
susun dengan tujuan untuk menambah
wawasan khususnya mengenai pentingnya pengembangan kepribadian untuk mahasiswa
dan adapun metode yang penulis ambil dalam penyusunan makalah ini adalah
berdasarkan pengumpulan sumber informasi dari berbagai karya tulis yang
berkompeten dengan tema makalah ini.
Semoga makalah
ini dapat memberikan manfaat dan sebagai sumbangsi pemikiran khususnya untuk
para pembaca dan tidak lupa penulis mohon maaf apabila dalam penyusunan makalah
ini terdapat kesalahan baik dalam kosa kata ataupun isi dari keseluruhan
makalah ini. Penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan
untuk itu kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kebaikan untuk
kedepannya.
Makassar,
22 Oktober 2016
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ........................................................................................................ i
KATA PENGANTAR.......................................................................................................... ii
DAFTAR ISI......................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................... 1
1.1 LATAR BELAKANG.............................................................................................. 1
1.2 RUMUSAN MASALAH......................................................................................... 2
1.3 TUJUAN .................................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN..................................................................................................... 3
2.1 PENGERTIAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN......................................... 3
2.2 FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUKAN DAN PENGHAMBAT PEMBENTUKAN
KEPRIBADIAN 4
2.3 TEKNIK
PENGENALAN DIRI........................................................................... 10
BAB III PENUTUP.............................................................................................................. 15
3.1 KESIMPULAN......................................................................................................... 15
3.2 SARAN..................................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................... 16
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Kepribadian seseorang, selain bermodal kapasitas fitrah sejak lahir dari
warisan genetika orang tuanya, ia juga terbentuk melalui proses panjang riwayat
hidupnya. Proses internalisasi nilai pengetahuan dan pengalaman dalam dirinya.
Pernyataan penulis ini didukung dengan adanya Teori Tabula Rasa dalam bukunya
yang berjudul “An Essay Concerning Human
Understanding” (John Locke, 1690:398).
Makalah ini di susun seiring era globalisasi yang banyak menimbulkan dampak
– dampak negatif bagi pemikiran dan tingkah laku mahasiswa. Makalah ini di
susun dengan tujuan untuk menambah wawasan akan pentingnya pengembangan
kepribadian untuk mahasiswa. Metode yang penulis ambil dalam penyusunan makalah
ini adalah metode deskriptif, yaitu metode yang memberikan gambaran atau uraian
suatu keadaan sejelas mungkin. Jenis penelitian deskriptif yang digunakan,
yaitu studi pustaka. Studi pustaka merupakan penelaahan secara intensif melalui
sumber data berupa buku maupun artikel
yang dikutip dari media elektronik. Hasil yang ingin dicapai oleh penulis dalam
pembuatan makalah ini adalah mahasiswa mampu memahami, menerapkan, dan menjaga
status kepribadian yang baik dengan membentengi diri dari era globalisasi yang
semakin menghimpit.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apakah Pengertian pengembangan
kepribadian ?
2. Apa faktor-faktor penghambat
kepribadian ?
3. Bagaimana teknik pengenalan diri ?
1.3 TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian dari
pengembangan kepribadian
2. Untuk mengetahu faktor-fakor
pengembangan kepribadian
3. Untuk mengetahi bagaimana teknik
pengendalian diri.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN
A. Definisi Pengembangan
Pengembangan adalah suatu usaha untuk meningkatkan
kemampuan teknis, teoritis, konseptual, dan moral karyawan sesuai dengan
kebituhan pekerjaan/ jabatan melalui pendidikan dan latihan.
Andrew F. Sikula mendefinisikan pengembangan sebagai
berikut : “Pengembangan mengacu pada masalah staf dan personel adalah suatu
proses pendidikan jangka panjang menggunakan suatu prosedur yang sistematis dan
terorganisasi dengan mana manajer belajar pengetahuan konseptual dan teoritis
untuk tujuan umum”. Sedangkan definisi latihan diungkapkan oleh Andrew F.
Sikula yaitu “latihan adalah proses pendidikan jangka pendek dengan menggunakan
prosedur yang sistematis dan terorganisir, sehingga karyawan operasional
belajar pengetahuan teknik pengerjaan dan keahlian untuk tujuan tertentu”.
B.
Pengertian Kepribadian
Menurut
Horton (1982) Kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi dan
temparmen seseorang. Sikap perasaan ekspresi dan tempramen itu akan terwujud
dalam tindakan seseorang jika di hadapan pada situasi tertentu. Setiap orang
mempunyai kecenderungan prilaku yang baku, atau pola dan konsisten, sehingga
menjadi ciri khas pribadinya.
Menurut M.A.W Bouwer Kepribadian adalah corak tingkah laku social yang meliputi
corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini dan sikap-sikap seseorang.
C. Pengertian
Pengembangan Kepribadian
Pengembangan kepribadian berarti kemauan diri sendiri untuk menata aspek internal diri atau
sikap batin, dan aspek perilaku eksternal diri, yaitu cara seseorang
menampilkan diri atau tampak sisi luar diri di persepsi orang lain. (Djajendra,
2011:312)
2.2 FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUKAN DAN PENGHAMBAT
KEPRIBADIAN KEPRIBADIAN
A. Faktor pembentukan Kepribadian
Setelah
memahami tentang pengertian
kepribadian dan unsur-unsurnya, kali ini kita akan mengupas
tentang faktor-faktor yang dapat membentuk kepribadian seseorang. Proses pembentukan kepribadian seseorang sangat dipengaruhi oleh
kebudayaan setempat. Kebudayaan setempat yang secara langsung memengaruhi
kepribadian seseorang adalah sebagai berikut.
1.
Kebudayaan daerah.
2.
Agama yang dianut oleh seseorang.
3.
Pekerjaan yang digeluti.
Adapun pembentukan kepribadian seseorang dipengaruhi oleh beberapa
faktor berikut ini.
1)
Warisan Biologis (Heredity)
Warisan
biologis berpengaruh pada perilaku kehidupan manusia, misalnya pada pembentukan sifat kepemimpinan,
pengendalian diri, sikap, dan minat. Setiap manusia memiliki sifat biologis
yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, walaupun pada dua orang lahir
kembar identik.
Adanya
perbedaan jenis kelamin, kecerdasan, kekuatan jasmani, kecantikan, dan
sebagainya akan dapat berpengaruh pada perbedaan kepribadian orang-orang yang memilikinya.
Banyak
ilmuwan berpendapat bahwa perkembangan potensi warisan biologis dipengaruhi
oleh pengalaman seseorang. Bakat yang dimiliki seseorang memerlukan anjuran,
pengarahan, dan latihan untuk mengembangkan diri melalui kehidupan bersama
dengan manusia lain.
2)
Warisan Lingkungan Alam (Natural
Environment)
Perbedaan
iklim, topografi, dan sumber daya alam menyebabkan manusia harus mampu
menyesuaikan diri dengan lingkungan alam di mana ia tinggal. Proses penyesuaian
diri pada lingkungan alam mampu mengubah pola
perilaku masyarakat secara keseluruhan.
3) Warisan Sosial (Social Herritage) atau kebudayaan
Manusia,
alam, dan kebuadayaan mempunyai hubungan yang sangat erat
dan saling memengaruhi. Sementara itu, kebudayaan sangat berpengaruh
pada perilaku individu dalam pembentukan kepribadiannya.
Manusia
sebagai makhluk yang berpikir akan senantiasa menghasilkan kebudayaan sebagai
manifestasi kehidupannya. Manusia berusaha untuk mengubah alam sesuai dengan
kebudayaannya guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu, manusia dapat
mengubah pegunungan menjadi lahan pemukiman.
4) Pengalaman hidup dalam kelompok
Sebagai
makhluk sosial, manusia senatiasa hidup dalam kelompok-kelompok, seperti
keluarga, RT, dan sekolah. Dengan demikian, kehidupannya akan dipengaruhi oleh
kelompok tersebut. Hal ini mengingat setiap kelompok pasti memiliki norma,
nilai, dan aturan sendiri yang berbeda dengan kelompok lain.
Setiap
kelompok pasti memengaruhi anggota-anggotanya. Setiap kelompok pasti mewariskan
pengalaman khas yang tidak diberikan kelompok lain, sehingga akan muncul
kepribadian khas anggota kelompok tersebut.
Kelompok
yang menjadi acuan pertama seorang anak adalah keluarga. Pengalaman hidup dalam
keluarga sangat menentukan perkembangan kepribadian seorang anak. Seorang anak
yang hidup dalam keluarga yang demokratis, akan tumbuh menjadi orang dengan
kepribadian baik dan percaya diri.
B.
Penghambat Pengembangan Kepribadian
1.
Faktor yang berasal dari diri
sendiri :
a.
Tidak punya tujuan hidup yang jelas;
b.
Individu kurang termotivasi;
c.
Ada keengganan untuk menelaah diri
sendiri ( takut menerima kenyataan karena memiliki kekurangan / kelemahan );
d.
Orang yang usianya sudah tua tidak
melihat bahwa kearifan dan kebijaksanaan bisa dicapai
e.
Merasa tidak ada tantangan
f.
Merasa tidak mampu;
g.
Sudah merasa puas
h.
Merasa tidak berharga
2.
Faktor penghambat yang berasal dari
lingkungan :
a.
Sistem yang dianut ( di lingkungan :
pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal )
b.
Tanggapan, sikap atau kebiasaan
dalam lingkungan kebudayaan ( kebiasaan atau tradisi, misalnya : isteri sebagai
pengurus rumah tangga sulit berkembang dalam bidang profesi yang diminati ).
Faktor-Faktor penghambat
pengembangan kepribadian pada mahasiswa
1.
Faktor Input
a.
Tidak mempunyai tujuan hidup yang
jelas. Tujuan hidup sering disebut juga rencana ataupun target. Mahasiswa yang
tidak mempunyai tujuan hidup, mereka tidak memiliki keyakinan, moral, atau
standar yang akan mengendalikan hidup untuk mencapai puncak kesuksesan.
b.
Kurangnya motivasi dalam hidup. Hal
ini membuat mahasiswa seringkali loyo, tak bergairah, tidak ada dinamika, dan
tidak akan menghasilkan perubahan seperti yang diinginkan.
c.
Mempunyai problema. Problem atau
masalah yang dihadapi mahasiswa berpengaruh besar pada tingkat keberhasilannya
dalam menyelesaikan suatu tugas.
d.
Tidak percaya diri. Rasa tidak
percaya diri yang dimiliki mahasiswa seringkali membuat kegagalan yang berujung
dengan penyesalan.
e.
Kurang kreatif. Kurangnya
kekreatifitasan membuat mahasiswa tidak memiliki nilai lebih atau keistimewaan
dari mahasiswa lainnya, mahasiswa seperti ini sulit untuk berkembang dan
menciptakan inovasi baru.
f.
Sudah merasa puas. Perasaan cepat
puas yang dimiliki mahasiswa mengakibatkan mahasiswa tidak bisa mengukur
kemampuannya tentang suatu hal dan sangat membatasi bagi perkembangan pola
pikir dan sikapnya.
g.
Mudah menyerah. Sikap mudah menyerah
menjadikan mahasiswa memiliki kemampuan yang terbatas.[1][3]
2.
Faktor Output
a.
Faktor tradisi budaya
Setiap mahasiswa memiliki perbedaan
tradisi, adat, atau kebudayaan yang khas. Tradisi atau kebudayaan setiap
mahasiswa memberikan pengaruh terhadap kepribadian setiap anggotanya, baik
menyangkut cara berpikir, bersikap atau cara berperilaku. Faktor ini
mengakibatkan kesenjangan antar sesama mahasiswa.
b.
Pengaruh perkembangan zaman
Perkembangan zaman atau sering
disebut dengan istilah globalisasi merupakan sebuah fakta yang tidak dapat
dihindari.Globalisasi ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi sehingga mampu mengubah dunia secara mendasar bagi mahasiswa.Ada
beberapa media yang berdampak buruk atau sebagai penghambat kepribadian pada
mahasiswa, yaitu televisi dan media cetak.Kedua media ini di satu sisi
memberikan pembelajaran yang menambah wawasan dan memiliki manfaat seperti
menambah informasi dan pengetahuan dalam interaksi mahasiswa terhadap
lingkungan sekitarnya. Namun disisi lain media-media tersebut memberikan asupan
negatif bagi mahasiswa, seperti hal-hal porno yang dikemas halus dalam media
televisi dan cetak.[2][4]
2.3 TEKNIK PENGENALAN DIRI
Kita sering mempunyai penilaian yang
jauh berbeda dari keadaan yang sebenarnya. Kita menyangka diri kita telah
sempurna ternyata banyak sekali kekurangan kita atau sebaliknya, kita
merasa diri kita selalu kurang atau bahkan kurang sekali, temyata diri
kita tidaklah sejelek yang disangka. Namun untuk melakukan suatu
intropeksi benar-benar diperlukan suatu kejujuran pada diri sendiri.
Dengan pengenalan diri yang tepat
Anda bisa memperoleh "Konsep Diri" yang lebih tepat. Dengan demikian
Anda dapat berupaya untuk mengembangkan segi positif dan mengatasi segi
negatif yang Anda miliki sehingga mampu memupuk sikap-sikap positif sesuai
peran yang Anda jalankan.
Pengembangan pribadi yang dilakukan
hendaknya sejalan pula denganpenyesuaian terhadap lingkungan sosial. Hal ini
bisa membangkitkan rasa puas, karena selain Anda mampu mengembangkan
diri,lingkunganpun bisa menerima diri Anda dengan baik. Dalam hal ini
berkomunikasi dengan tepat harus pula diperhatikan. Keserasian antata
perkembangan diri dan penyesuaian diri akan menimbulkan perasaan puas.
Kepuasan yang Anda rasakan secara bertahap akan bisa memupuk rasa percaya
diri yang nantinya akan berkembang menjadi pribadi matang.
Pengenalan diri tidak datang begitu
saja, untuk bisa mengenal diri secara lebih perlu diperhatikan cara-cara
untuk mengenal diri. Harry Ingham dan Joseph Luft dalam "JOHARI
WINDOW" nya menyatakan bahwa manusia memiliki 4 (empat) daerah
pengenalan diri:
·
Daerah Terbuka
·
Daerah Buta
·
Daerah Gelap
1.
Open self
(Daerah terbuka)
Dalam diri kita
terdapat daerah terbuka (Open). Open self adalah bagian dari diri kita yang
menyajikan semua informasi, perilaku, sifat, perasaan, keinginan, motivasi, dan
ide yang diketahui oleh diri sendiri dan orang lain. Informasi yang diketahui
oleh diri sendiri dan orang lain ini mencakup antara lain nama diri, warna
kulit, usia, agama, sikap terhadap politik, hobi, dan sebagainya.
Menurut Joseph
Luft, makin kecil bagian open self, makin buruk komunikasi berlangsung.
Komunikasi tergantung pada tingkat keterbukaan di mana kita membuka diri kepada
orang lain dan kepada diri kita sendiri. Jika kita tidak mengizinkan orang lain
mengetahui tentang diri kita, komunikasi antara kita dan orang lain tersebut
akan mengalami kesukaran, untuk tidak menyebut tidak mungkin. Untuk meningkatkan
komunikasi antarpribadi dengan orang lain, kita harus memperlebar daerah open
self .
2.
Blind self (Daerah Buta)
Dalam diri kita
terdapat daerah yang disebut daerah buta (blind). Self adalah segala hal
tentang diri kita yang diketahui orang lain namun tidak diketahui oleh diri
kita sendiri.
Karena adanya daerah buta atau blind, akan membuat komunikasi menjadi tidak
efektif, maka kita harus mengusahakan agar daerah ini jangan terlalu besar
dalam diri kita. Menghilangkannya sama sekali adalah tidak mungkin, namun kita
harus berusaha untuk menyusutkannya.
3.
Hidden
self area (daerah tertutup)
Dalam diri kita
terdapat wilayah tersembunyi. Wilayah ini berisi apa – apa yang kita ketahui
dari diri kita sendiri atau dari orang lain yang kita simpan untuk diri
sendiri, yang orang lain tidak mengetahuinya. Misalnya, kita menyimpan sendiri
rahasia kesuksesan kita, ketakutan kita akan sesuatu, masalah keluarga, kondisi
keuangan yang buruk, dan sebagainya.
4.
Unknown
self (Daerah gelap)
Dalam diri kita
terdapat wilayah yang tidak dikenal (unknown). Daerah unknown self adalah aspek
dari diri kita yang tidak diketahui baik oelh diri kita sendiri maupun orang
lain. Kita mungkin akan mengetahui aspek dari diri yang tidak dikenal ini
melalui kondisi kondisi tertentu, misalnya melalui hipnotis. Walaupun sulit
untuk mengetahuinya, kita harus menyadari bahwa aspek ini ada dalam diri kita.
Bagaimana Mengenali Diri Sendiri ?
Ada beberapa
cara yang dapat dilakukan untuk melakukan pengenalan diri yaitu : Introspeksi,
Melihat Perilaku Orang lain dan Meminta umpan balik atau masukan dari orang
lain. Namun sebelum menetapkan dari tiga cara tersebut, pertama tama yang harus
dilakukan untuk peneganalan diri adalah menanamkan kesadaran kedalam diri bahwa
setiap orang mempunyai sejumlah ide, anggapan, keyakinan dan nilai-nilai
tertentu, yang disebut Sistem Nilai dan asumsi atau disingkat SINA.
Sistem Nilai
dan asumsi yang dimiliki setiap orang tersebut ada yang logis dan ada yang
tidak logis, berbeda-beda pada setiap orang dan bahkan ada sina yang saling
bertentangan antara satu orang dengan lainnya. Sistem
nilai dan asumsi pada seseorang terbentuk melalui proses belajar pengalaman
yang diperoleh dalam kehidupan seseorang, dan juga dari kesimpulan- kesimpulan
terhadap pengalaman-pengalaman yang dipernah diperolehnya.
Kesimpulan-kesimpulan tersebut kemudian menjadi keyakinan seseorang. Keyakinan
yang terbentuk itu akan mempengaruhi
penafsiran dan kesimpulan terhadap pengalaman pengalaman yang datang di kemudian hari.
Nilai dan
asumsi yang berkembang pada diri seseorang akan terwujut dalam konsep diri,
orientasi ambisi, cara memandang nasip, penilaian terhadap orang lain dan
tentang hal-hal lain. Secara khusus konsep diri seseorang berisi anggapan dan
keyakinan seseorang tentang statusnya, haknya, kewajiban-kewajibanya,
kemampuannya, penilaian orang mengenai dirinya dan hal-hal lain yang
berhubungan dengan dirinya. Konsep diri inilah yang menjadi jawaban dari
pertanyaan “SIAPAKAH SAYA”. Jawaban dari pertanyaan tersebut selanjutnya akan
mempengaruhi cara berfikir dan perilaku seseorang.
Untuk menjawab Pertanyaan “siapa saya”, tentu tidaklah terlalu mudah. Kesulitan tersebut berkaitan dengan keluasan dari “daerah kesadaran” yang ada pada diri seseorang.
Untuk menjawab Pertanyaan “siapa saya”, tentu tidaklah terlalu mudah. Kesulitan tersebut berkaitan dengan keluasan dari “daerah kesadaran” yang ada pada diri seseorang.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Kepribadian
bukanlah hal yang sulit untuk dipelajari, dijalani, dan dikembangkan.
Kepribadian merupakan hal yang bisa tumbuh, dibangun, dan diupayakan, sehingga
ada tahap-tahap pengembangan kepribadian, faktor – faktor penghambat kepribadian,
sikap positif dan negatif dalam
kepribadian, dan cara menanggulangi
dampak negatif dari kepribadian yang salah.
3.2
SARAN
Harapan
penulis kepada para pembaca supaya dapat memberi sebuah kritikan atau saran
terhadap karya tulis ini, karena karya tulis ini mempunyai suatu kelebihan dan
kekurangan yang sifatnya mendidik atau membimbing
DAFTAR PUSTAKA
Hs, Widjono.Bahasa Indonesia, Mata
KuliahPengembanganKepribadian di
PerguruanTinggi. Jakarta: Grasindo, 2007.
Johnson, D.W & Johnson, J .P. 1991. Joining Together. Group
Theory and Group Skills. Fourth Edition. New York : Perntice-Hall, lnc.
Johnson, D.W. 1993 Reaching Out: Interpersonal Effeciveness
and Self-actualization. Boston : Allyn and Bacon.
Sulaksono S. “Cara untukMenumbuhkan Rasa PercayaDiri.”
http://artikel-luar-biasa.blogspot.com/2012/02/cara-untuk-menumbuhkan-rasa-percaya.html (27 Feb. 2012).

♥ ♠ ♦ ♣ LEGENDAQQ ♣ ♦ ♠ ♥
BalasHapusKami Hadirkan Permainan Baru 100% FAIR PLAY Dari LegendaQQ 1 ID Untuk 8 Games :
- Domino99 - BandarQ - Poker - AduQ - Capsa Susun - Bandar Poker - Sakong Online - Bandar 66
Nikmati Bonus-Bonus Menarik Yang Bisa Anda Dapatkan Di Situs Kami LegendaQQ Situs Resmi, Aman Dan Terpercaya ^^ Keunggulan LegendaQQ :
- Tingkat Persentase Kemenangan Yang Besar
- Kartu Anda Akan Lebih Bagus
- Bonus TurnOver Atau Cashback Di Bagikan Setiap 5 Hari
- Bonus Referral Dan Extra Refferal Seumur Hidup
- Minimal Deposit & Withdraw Hanya 20.000,-
Fasilitas BANK yang di sediakan :
- BCA - Mandiri - BNI - BRI - Danamon
Tunggu Apa Lagi Guyss..
Let's Join With Us At LegendaQQ ^^
Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami :
- BBM : 2AE190C9
- Facebook : Legendaqq
- WA : +855964987960