Senin, 12 Desember 2016

SEJARAH PERKEMBANGAN PUBLIC RELATION



PUBLIC RELATION
“Sejarah Perkembangan Public Relation dan Penerapan Public Relation pada PT Semen Tonasa”
                                                                                           

HALAMAN SAMPUL




HARDIANTI
35114009
3AD3



PROGRAM STUDI D3 ADMINISTRASI BISNIS
JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
2016
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah dengan Judul “Penerapan Public Relations pada PT. Semen Tonasa”.
Tugas makalah ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan penyelesaian study pada Politeknik Negeri Ujung Pandang program studi D3 Administrasi Bisnis serta untuk lebih banyak mengetahui tentang dunia kerja seorang Public Relations yang ada di PT Semen Tonasa dengan berbagai contoh penerapan yang dilaksanakannya.
            Dalam penyusunan Tugas Makalah ini penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang memberikan saran, dorongan, semangat, bimbingan serta keterangan-keterangan dari berbagai pihak yang merupakan pengalaman yang tidak dapat diukur secara materi, namun dapat membukakan mata penulis bahwa sesungguhnya pengalaman dan pengetahuan tersebut adalah guru yang terbaik bagi penulis.
            Penulis sadar bahwa penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, untuk itu saran dan kritikan sangat diharapkan oleh penulis sebagai bahan referensi di masa yang akan datang.
           Akhir kata semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri, institusi pendidikan dan masyarakat luas. Amin!

                                                                                  Makassar, 14 November 2016
                                                                                   Penulis,

                                                                                   Hardianti



DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ............................................................................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................................................................ ii
DAFTAR ISI............................................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................................ 1
1.1  Latar Belakang............................................................................................................. 1
1.2  Rumusan Masalah........................................................................................................ 1
1.3  Tujuan ........................................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN............................................................................................................. 2
2.1  Sejarah Perkembangan Public Relation Di Indonesia....................................................... 2
2.2  Penerapan Public Relation Pada PT Semen Tonasa........................................................ 6
2.3    Perbandingan Penerapan Public Relation PT Semen Tonasa.......................................... 12
BAB III PENUTUP................................................................................................................... 15
3.1  Kesimpulan.................................................................................................................. 15
3.2  Saran........................................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................ 16




BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam kurun waktu 100 tahun terakhir ini Public Relations telah mengalami perkembangan yang sangat cepat dan siginifikan baik di Indonesia sendiri maupun di negara-negara lain di dunia. Sejarah Perkembangan Public Relations sendiri sejalan dengan perkembangan manusia, artinya sejak manusia ada, manusia butuh berkomunikasi untuk saling memahami satu sama lain dan sejak itu pula Public Relation ada.
Proses perkembangan Public Relations sendiri tidak selalu sama antara negara yang satu dengan negara lainnya karena proses sejarah perkembangan Public Relations itu sendiri tergantung pada situasi kondisi masyarakat yang cukup kompleks dan selalu berubah-ubah disetiap generasi.
Di masa mendatang Public Relations diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang pesat dan sangat luar biasa. Sejarah perkembangan Public Relations juga terkait dengan keberadaan manusia sebagai unsur-unsur pemberi informasi yang akan mengembangakan Puclic Relations itu sendiri.
Konsep dari Public Relations sendiri sebenarnya mengacu pada kegiatan penciptaan pemahaman melalui pengetahuan dan melalui kegiatan-kegiatan tersebut akan memunculkan perubahan yang berdampak (Jefkins, 2004:2), itu sebabnya keberadaan suatu masyarakat dapat menjadi unsur berkembangnya public relations.
1.2 Rumusan masalah

1.      Sejarah Perkembangan Public Relations di Indonesia
2.      Menjelaskan penerapan Public relations pada PT Semen Tonasa
3.   Membandingkan bagaimana penerapan itu dikaitkan dengan teori

1.3 Tujuan
1.   Untuk mengetahui Sejarah Perkembangan Public Relations di Indonesia
2.      Untuk mengetahui penerapan PR pada PT Semen Tonasa
3.    Untuk mengetahui penerapan PR yang dikaitkan dengan teori
1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Sejarah Perkembangan Public Relations di Indonesia
Sejarah perkembangan Public Relations di Indonesia secara konsepsional terjadi pada tahun 1950. Perkembangannya di Indonesia bergerak mengikuti kondisi politik dan dan kenegaraan saat itu. Namun, sejarah lain telah mencatat bahwa perkembangan Public relations telah ada sejak jaman kerajaan yaitu sejak jaman kerajaan Mataram dimana ada usaha penambahan senopati untuk menyebarkan “gosip” bahwa keturunannya akan menjadi pasangan sekaligus di lingdungi oleh Nyai Roro kidul.
Selang waktu berjalan dalam konteks Modern, sejarah public relations di mulai pada tanggal 18 agustus 1945, ketika Bung Karno memutuskan menunda sidang PPPKI untuk memberikan keterangan pada Pers tentang pemilihan presiden sebelum merumuskan UUD. Meski demikian, sebenarnya para pakar ahli Public Relations setuju kalau Humas secara otentik yang berlaku di Indonesia dimulai pada tanggal 17 agustus 1945.
Pada waktu itu pemerintah mulai menyadari perlunya rakyat untuk mengetahui segala perkembangan yang terjadi sejak pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda. Dimana saat itu Indonesia baru memindahkan pusat ibukota dari Yogyakarta ke Jakarta dan tentu saja proses pembenahan struktural serta fungsional dari tiap-tiap elemen marak dilakukan pemerintah.
Berawal dari pemikaran tersebutlah maka kegiatan Humas mulai di lembagakan dengan menyandang nama hubungan masyarakat karena kegiatannya dilakukan lebih banyak keluar organisasi (onong. 1991; 12).
Pertamina adalah perusahaan Minyak swasta pertama di Indonesia yang menggunakan Public Relations. PR memang telah banyak di gunakan, konsepnya di pahami dan digunakan oleh pihak-pihak tersebut dengan berbagai macam pemahaman dan Implementasi. Selanjutnya pada tahun 1952, PR mulai ada pada perusahaan asing di Indonesia yaitu Stanvac Indonesia (milik Belanda-Amerika) yang menggunakan PR untuk mendekati pemerintah Indonesia.



Pada tahun 1954, Garuda Indonesia Airways mulai mengembangkan unit kegiatan PR dan secara resmi di terapkan dalam jajaran kepolisian. Tahun 1955, kegiatan ini di ikuti oleh Mabes polri dan beberapa instansi terkait. Kemudian di tahun 60-an, istilah “purel” sebagai akronim PR makin populer ketimbang term humas. Lalu pada tahun 1962, dari presidium kabinet PM juanda meginstruksikan agar setiap instansi membentuk bagian humas, tahun inilah yang menjadi cikal bakal adanya humas di Indonesia.
Jika semua ini dikaitkan dengan State of being dan sesuai dengan Method of communication maka istilah humas dapat di pertanggung jawabkan tapi jika dilakukan kepala humas hanya menjalin hubungan dengan eksternal maka hal ini kurang tepat jika dimaksudkan kedalam Humas. Bapak Rosady Ruslan, SH, MM membagi perkembangan Public Relations di Indonesia menjadi 4 periode, yaitu :
1. periode 1 ( tahun 1962 )
Secara resmi di jelaskan bahwa Humas di Indonesia lahir melalui presidium kabinet PM juanda. Di dalamnya di jelaskan pula secara garis besar tugas ke humasan dinas, yaitu;
Ø  Tugas Strategi untuk ikut serta dalam pembuatan keputusan oleh pemimpin hingga pelaksanaannya
Ø  Tugas Taktis untuk memberikan informasi, motivasi, pelaksanaan komunikasi timbal balik dua arah supaya tercipta citra atas lembaga yang diwakili.
2. Periode tahun 1967-1971
Pada periode ini terbentuklah Badan Koordinasi Kehumasan (BAKOHUMAS) dengan tata kerja pelaksanaannya antara lain; Ikut serta dalam berbagai kegiatan pemerintah dalam pembangunan khususnya dibidang penerangan dan kehumasan, pembinaan dan pengembangan kehumasan. Tahun 1967 berdiri koordinasi antara humas departemen yang disingkat “Bakor” dan pada tahun 1970-1971 bakor diganti menjadi “Bakohumas” yang diatur melalui SK Menpen No. 31/kep/menpen/tahun 1971. Kerjasama ini menitik beratkan pada pemantapan koordinasi intergrasi dan singkronisasi dalam operasi penerangan dan kehumasan.

3.  Periode tahun 1972-1993
Periode ini di tandai dengan munculnya Public Relations kalangan profesional pada lembaga swasta umum dengan indikator sebagai berikut;
1.         Pada tanggal 15 Desember 1972, berdiri organisasi yang disebut Perhimpunan Hubungan masyarakat Indonesia (PERHUMAS) sebagai wadah profesi humas oleh kalangan praktisi swasta dan pemerintah seperti; Wardiman Djojonegoro (mantan mendiknu) dan Marah Joenoes (matan Kahupnas pertamina). Pada konvensi nasional humas di Bandung akhir tahun 1993 lahirlah Kode Etik Kehumasan Indonesia yang disebut “KEKI”. Perhumas juga tercata sebagai anggota internasional public relations assosiation (IPRA) dan ASEAN PRO (FAPRO).
2.         Pada tanggal 10 April 1987 di Jakarta terbentuk Assosiasi Perusahaan Public Relatios (APPRI) dengan beberapa tujuan untuk mewujudkan PR yang independen, seperti;
a.    Mewujudkan fungsi Public Relations yang jujur dan bertanggung jawab dengan kode etik
b.    Memberi informasi terhadap klien bahwa APPRI memberi nasehat dalam public relations.
c.    Mengembangkan kepercayaan umum terhadap public relations.
4.   Periode 1993-sekarang
Public relations berkembang di kalangan swasta bidang profesional khusus dengan indikator sebagai berikut;
a.    Pada tanggal 27 November 1995, terbentuk himpunan Humas Berbintang (H-3). Himpunan ini di peruntukkan sebagai wadah organisasi profesi HUMAS bidang  jasa perhotelan, berkaitan erat dengan organisasi PHRI (perhimpunan Hotel dan Restoran di Indonesia).
b.    Tanggal 13 september 1996, diresmikannya Forum Komunikasi Antar Humas Perbankan (FORKAMAS) oleh gibernur BI Soedradjad Djiwandono. Forum ini resmi bagi para pejabat HUMAS (Public Relations Officer), baik bank pemerintah (HIMBARA), swasta (PERBANAS), dan asing yang beroperasi di bidang jasa perbankan di Indonesia.
c.    (perusahaan yang go public) di pasar Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya yang memiliki lembaga Secretary.
d.    Berdirinya PRSI (Public Relations Society of Indonesia) pada tanggal 11 November 2003 di jakarta. Ini menyerupai PRSA (Pubic Relations society of Amerika), sebuah organisasi profesional yang bergengsi dan berpengaruh serta mampu memberikan sertifikasi akreditasi PR profesional (APR) di Amerika yang di akui secara internasional.
e.    PRSI atau masyarakat PR Indonesia (MAPRI) pertama kali di pimpin oleh August Parengkuan seorang wartawan senior harian kompas da mantan ketua perhumas-Indonesia. Tujuan organisasi ini adalah meningkatkan kesadara, kepedulian, kebersamaan, pemberdayaan serta partisipasi para anggotanya untuk berkiprah sebagai PR professional dalam aktivitas secara nasional maupun internasional.
Meski dikatakan PR di Indonesia berkembang cukup pesat namun Public Relations di Indonesia sendiri lupa akan hakikinya. Seperti yang terdapat dalam sasaran PR yaitu Internal dan Eksternal Public. Namun sekarang, PR lebih intens terhadap eksternal public selain itu PR juga merupakan komunikasi dua arah (Reciprocal two ways traffic communications). Artinya, dalam PR penyampaiannya public relations di harapkan untuk menghasilkan umoan balik sehingga nantinya diharapkan dapat menjadi evaluasi.
Pada periode pertama public relations di Indonesia secara struktural belum banyak yang bisa ditempatkan dalam top management karena orientasinya belum bisa dikatakan sebagai “PR Sejati” sebab berbeda dengan pengertian konsep PR yang di terapkan oleh Ivy L.Lee. Namun, meskipun begitu hingga kini perkembangan-perkembangan PR terus ada dan di Indonesia juga berkembang hingga bisa dikatakan “PR Sejati” hal ini merupakan akibat dari perkembangan teknologi yang membawa perubahan.
Sehingga kini, dapat disinkronisasikan dengan rumusan fungsi PR dari Departemen Penerangan R.I, yaitu;



a.    Melaksanakan Hubungan ke dalam, yaitu pemberian pengertian tentang segala hal mengenai Departemen Penerangan terhadap “Internal Public” yaitu para karyawan.
b.    Melakukan hubungan ke luar, yaitu pemberian informasi tentang segala hal mengenai Departemen Penerangan terhadap “External Public” yaitu masyarakat pada umumnya.
c.    Melakukan pembinaan serta bimbingan untuk mengembangkan Kehumasan sebagai medium penerangan.
d.    Meyelenggarakan Koordinasi Integrasi dan Sinkronisasi serta kerjasama kegiatan Hubungan Masyarakat untuk penyempurnaan pelayanan penerangan terhadap umum.
e.    Dari beberapa keterangan bisa disimpulkan bahwa sejarah perkembangan PR di Indonesia terus berkembang hingga saat ini dan tidak memperkecil kemungkinan kalau PR di Indonesia akan terus mengalami perubahan secara signifikan dari tahun ke tahun.

2.2     Penerapan Public Relations Pada PT Semen Tonasa
1.         Internal Publik
a.    Diklat Pengelolaan Laporan Keuangan Perusahaan
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Biro Diklat bekerjasama dengan Bintang Baru Melati (BBM) merupakan sebuah pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dari para karyawan terkait dalam pengelolaan laporan keuangan perusahaan. Pada pelatihan yang berjalan selama 3 hari, yakni 11 hingga 13 Agustus 2013, bertempat di Gedung Diklat PT. Semen Tonasa ini diikuti kurang lebih 20 peserta pelatihan, yang tidak hanya karyawan PT. Semen Tonasa tetapi juga diikuti
oleh beberapa karyawan afiliasi, diantaranya PT. PKM, Koperasi, YKST.Kepala Biro Pengembangan SDM Drs. Luh Gede Januati, yang membuka kegiatan ini dalam sambutannya mengatakan, "karyawan yang diundang untuk mengikuti diklat, harus terlepas dari tanggung jawab dari pekerjaannya sehingga bisa fokus mengikuti jalannya diklat," ungkapnya. Olehnya itu ia berharap agar peserta diklat bisa mengikuti pelatihan ini dengan baik sampai dengan hari terakhir, sehingga bisa memperoleh apa yang menjadi tujuan dilaksanakannya pelatihan ini.
Sementara itu Marita, SE, Msi, Ak, CA instruktur pelatihan ini menjelaskan tentang apa yang menjadi tujuan, karakteristik, komponen, jenis, serta penyusunan dari pada pengelolaan laporan keuangan perusahaan. (Humas.st/Why)
b.   Sosialisasi Program BPJS oleh BPJS Ketenagakerjaan
Guna meningkatkan pengetahuan karyawan mengenai program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), PT Semen Tonasa melakukan sosialisasi dengan mengundang BPJS Ketenagakerjaan sebagai instruktur. Acara yang diselenggarakan oleh Departemen SDM ini diikuti sekitar 40 karyawan dan afiliasi, berlangsung di ruang rapat lantai 6 kantor pusat, Rabu, 17 Februari 2016. Sosialisasi yang dibawakan oleh Aminah Arsyad, dibuka langsung oleh Kepala Departemen SDM Dede Hasan Soleh.
Dalam pemaparan yang dibawakannya, Aminah Arsyad menjelaskan tentang aturan, iuran , manfaat, dan juga perbedaan dari program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan juga Jaminan Pensiun. Selain itu, Ibu Aminah juga menjelaskan tentang contoh kasus atau simulasi untuk program jaminan pensiun.
Para peserta antusias mengikuti sosialisai yang dibawakan oleh instrukut Aminah Aryad, dan tidak sedikit dari mereka yang melontarkan pertanyaan kepadanya.
c.    Memperhatikan kesehatan dan keselamatan karyawan
PT Semen Tonasa sangat memperhatikan kesehatan dan keselamatan karyawannya, PT Semen Tonasa menyadari bahwa karyawan atau tenaga kerja merupakan asset perseroan yang sangant penting keberadaannya dalam mendukung kelangsungan operasional perusahaan, oleh karena itu kondisi keselamatan dan kesehatan karyawan harus dijamin.
d.    RUPS PT Semen Tonasa Tahun 2013
Makassar (10/03), Sebagai bagian dari tanggung jawab Direksi PT Semen Tonasa kepada Pemegang Saham dalam hal ini pemegang saham mayoritas adalah PT Semen Indonesia (Persero), Tbk dan pemegang saham minoritas adalah Koperasi Karyawan Semen Tonasa, maka pada hari Senin, 10 Maret 2014 bertempat di Gardenia Hall Hotel Grand Clarion Makassar, PT Semen Tonasa telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk tahun buku 2013.
RUPS PT Semen Tonasa dihadiri oleh Dewan Komisaris dan Direksi PT Semen Tonasa serta Direksi PT Semen Indonesia (persero), Tbk dan Ketua Koperasi Karyawan Semen Tonasa selaku pemegang saham serta Notaris Andi Sengngeng Pulaweng Salahuddin, SH, M.Kn. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sesuai Anggaran Dasar Perseroan dipimpin oleh Komisaris Utama PT Semen Tonasa Prof. Dr. dr. Idrus. A. Paturusi, Sp.B, Sp.Bo yang didampingi oleh Dewan Komisaris lainnya
2.          Eksternal Publik
a.    PT Semen Tonasa Memberikan Bantuan ke Mesjid Kodim 1421 Pangkep.
PT Semen Tonasa memberikan bantuan untuk perbaikan dan pembangunan Mesjid Nurul Iman Kodim 1421 Pangkep, Rabu, 19 Oktober 2016. Bantuan sebesar 50 juta ini diserahkan langsung oleh Sekretaris Perusahaan Muh. Arifin, SH didampingi Kepala Seksi Humas Moh. Jerrynindra kepada Wakil Dandim 1421 Pangkep Pasilog Kapt Inf Muh. Kasim. “Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masyarakat sekitar dapat menikmatinya untuk melaksanakan ibadah dalam meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT,” urainya. (Humas.st/Why&Jr)
b.    PT Semen Tonasa Peduli Bantu Korban Bencana Angin Putting Beliung
PT. Semen Tonasa menyalurkan paket bantuan kepada 57 pemilik rumah korban bencana angin puting beliung yang terjadi dua hari lalu di Kecamatan Pangkajene dan Kecamatan Minasa Te ne, Pangkep. Penyerahan bantuan ini dilakukan di Kantor Kelurahan yang berada dalam lokasi Korban Puting Beliung, Selasa (6/1). Keempat Kelurahan yang mendapat bantuan tanggap darurat yakni, Kelurahan Tumampua sebanyak 13 rumah, Kelurahan Anrong Appaka sebanyak 25 rumah, Kelurahan Bonto Perak 7 rumah dan Kelurahan Bontolangkasa sebanyak 12 rumah serta 1 rumah di Kelurahan Mappasaile.
Sekretaris Perusahaan, H.M. Arifin, SH didampingi Kadep. CSR dan Umum Ferry Djufry, menyerahkan langsung bantuan berupa sembako dan uang tunai kepada seluruh korban. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa kegiatan pemberian bantuan ini merupakan bagian dari Program Tonasa Peduli yang diprogramkan dalam CSR PT. Semen Tonasa.  Kepala Kelurahan Anrong Appaka, Lukman Murtala salah satu dari lima kelurahan yang mendapat bantuan menyatakan terima kasih atas bantuan dari PT. Semen Tonasa. Ia menuturkan, kelurahannya sudah dua tahun berturut-turut tertimpa bencana dan Semen Tonasa selalu hadir memberikan bantuan. (Humas ST/Syaf).
c.    PT semen Tonasa memberikan bantuan 25 ekor sapi kurban kepada 11 desa di halaman Masjid Raodhatul Muflihin, Desa Biringere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep
Bantuan 25 ekor sapi itu dalam rangka Idul Adha 1437 hijriyah."Tiap tahun kita kontribusi untuk 11 desa di wilayah ring 1 Kabupaten Pangkep, gunanya agar masyarakat kurang mampu di desa-desa ini bisa juga merasakan daging kurban di hari raya," kata Direktur Keuangan Tonasa, M Subhan kepada TribunPangkep.com.
Subhan menambahkan, bantuan sapi kurban itu karena Tonasa peduli sesama dan ingin mempererat tali silaturrahim.
Sasaran bantuan sapi kurban selain desa, juga mencakup Masjid Al Markas Makassar, Masjid Raya Pangkep dan Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa (IPPM) Pangkep.
d.    PT Semen Tonasa Serahkan Bantuan Al-Qur’an Braille Digital
Dihari Ulangtahunnya yang ke 48, PT Semen Tonasa memberikan Al-qur’an Braille Digital sebanyak 100 buah kepada penyandang Tunanetra, sebagai bentuk kepedulian antar sesama sekaligus mensukseskan program yang dicanangkan pemerintah, berlangsung di Ruang Auditorium PT Semen Tonasa, Rabu, 2/11/16, dihadiri oleh Jajaran Komisaris PT Semen Tonasa, Jajaran Direksi PT Semen Tonasa, Alumni PT Semen Tonasa, Syeikh Ali Saleh Muhammad Ali Jabber, Ketua yayasan Qur’an Braille Digital International Drs, H Arief Pribadi MMTR, Tamu Undangan, serta seluruh penyandang tunanetra yang akan menerima qur’an.
PT Semen Tonasa adalah merupakan perusahaan yang pertama di Indonesia yang mendukung program ini, dan hal ini mendapatkan apresiasi dari Ketua Yayasan Braille Digital International Drs, H Arief Pribadi MMTR, hal ini juga diutarakan oleh syeikh Ali Saleh Ali Jabber saat memberikan Tausiyah agama, Ia mengatakan “PT Semen Tonasa adalah merupakan perusahaan yang pertama dari sekian banyak perusahaan yang ditawarkan, hanya dalam waktu singkat saat bertemu dengan Direktur Utama PT Semen Tonasa Ir, H Andi Unggul Attas di bulan juli lalu, yang langsung tertarik sekaligus menyetujui dan mendukung program ini” ujarnya.
e.    HUT Semen Tonasa Ke-46, Gelar Press Conference
Angka pendapatan dari penjualan PT Semen Tonasa di quartal III periode Januari-September tahun 2014 ini mencapai Rp3,815 triliun atau meningkat 11,8 persen dibanding periode yang sama di tahun 2013 lalu. Direktur Utama PT Semen Tonasa, Andi Unggul Attas, mengatakan, sejauh ini kinerja perusahaan sampai awal kuartal ketiga atau sampai dengan bulan september 2014 menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Unggul, peningkatan tersebut sejalan dengan adanya tambahan Produksi dari Pabrik Tonasa Lima sebesar 2,5 Juta ton pertahun. Ia menambahkan, khusus untuk target penjualan Semen Tonasa sepanjang tahun 2014 ini yakni sebesar 6,7 ton atau tumbuh 7,1 persen dari tahun 2013. "Market share secara nasional ditargetkan sebesar 9,3 persen dan untuk Kawasan Timur Indonesia sebesar 40,03 persen," urainya.
Sementara itu dari berbagai program CSR, Unggul mengatakan sampai saat ini Semen Tonasa telah menggelontorkan dana sebesar Rp19,2 miliar, dengan program unggulan seperti Tonasa Bersaudara, Tonasa Mandiri yakni program dalam bentuk pemberian dana usaha kemitraan kepada pelaku ekonomi mikro, Tonasa Cerdas merupakan pendanaan pada bidang pendidikan, Kemudian Tonasa Sehat yang memberikan bantuan pengobatan gratis kepada masyarakat sekitar Tonasa. Serta Tonasa Hijau yang merupakan program kepada kegiatan pelestarian lingkungan hidup. (Hms ST/Sya)

2.3     Perbandingan Penerapan Public Relation PT Semen Tonasa dengan Teori
Setelah melihat beberapa contoh penerapan Public Relation pada PT Semen Tonasa diatas maka dapat dilakukan perbandingan sebagai berikut:
1.    Penerapan Public Relation terhadap public internal pada PT Semen Tonasa yaitu:
Pentingnya Internal Public Relations adalah kegiatan PR untuk membina hubungan dengan Public Internal, seperti karyawan, para manajer, para manajemen, dan parapemegang saham (stockholders) agar citra dan reputasi perusahaan atau organisasi tetappositif di mata public internal. Kegiatan hubungan internal ini pun berupaya tetap memelihara budaya perusahaan (corporate culture) yang sudah terbentuk sebelumnya.elalui budaya perusahaan ini pula, akan membentuk senses of belonging (rasa memiliki)dan sense of responbility (rasa tanggung jawab) public internal pada organisasi dan perusahaan.
Pada hubungan masyarakat kedalam, yang menjadi khalayaknya ialah employee dan stockholder. Dalam kaitan kedua macam khalayak ini dikenal hubungan-hubungan yang di sebut sebagai :
a.         Hubungan dengan karyawan (employee relations)
b.         Hubungan dengan pemegang saham (stockholder relations).
Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan oleh PT Semen tonasa  terhadap public internalnya seperti :
1.         Employee relation dengan mengadakan Diklat Pengelolaan Laporan Keuangan Perusahaan
2.         Melakukan kegiatan Sosialisasi Program BPJS oleh BPJS Ketenagakerjaan
3.         Memperhatikan kesehatan dan keselamatan karyawan.
Kegiatan-kegiatan tersebut sesuai dengan teori bahwa perusahaan tidak hanya memperhatikan public eksternal perusahaan tetapi juga memperhatikan public internalnya, dengan adanya kegiatan seperti di atas membuat karyawan merasa di perhatikan dan karyawan akan merasa puas serta hubungan baik akan selalu harmonis.
2.       Penerapan Public Relation Terhadap Eksternal pada PT Semen Tonasa
Public eksternal adalah public yang berada di luar perusahaan yang harus diberikan informasi yang sebaik-baiknya untuk membina hubungan baik dengan para  public eksternal.
Untuk  membina hubungan baik dengan public eksternal dapat dilakukan dengan cara:
a.         Membina hubungan baik dengan pelanggan
Perusahaan  yang  sukses  adalah  perusahaan  yang  mampu  untuk  menjalin relationship  jangka panjang dengan pelangganya. Relationship jangka panjang berarti pelanggan yang  loyal di mana kebutuhan dan keinginannya terpuaskan. Karena itu, mereka perlu untuk  memanjakan  para  pelanggannya  untuk  menjadikan mereka tetap loyal. Tugas pemasar di sini adalah  bagaimana  untuk  tetap  mempertahankan  pelanggannya  agar  tetap  loyal terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.
b.         Membina hubungan baik dengan perss relation
Kegiatan public relations dalam rangka mengatur dan membina hubungan baik dengan pihak pers/media, PR harus mempunyai hubungan yang baik dengan pers, sebab mereka mempunyai peranan penting dalam kemajuan dan perkembangan perusahaan/instansi yang menyangkut pemberitaan baik negative maupun positif. Jadi pers merupakan kunci kesuksesan dari kegiatan public relations suatu perusahaan.
c.         Membina hubungan baik dengan Government Relations
Kegiatan public relation dalam rangka membina hubungan yang baik dengan pemerintah sangatlah penting, dengan tidak melanggar aturan atau hukum, pemerintah pun akan mendukung penuh perusahaan dalam pencapaian tujuan.
d.         Membina hubungan baik dengan Community Relation
Saat ini hubungan antar orang tidak diragukan lagi pentingnya, apalagi antara hubungan bisnis dengan komunitas sekitarnya, dengan menciptakan Corporate Social Responsibility yang baik untuk kepentingan masyarakat luas.  Dengan kegiatan itu hubungan baik dengan masyarakat luas akan lebih terjaga.
Kegiatan yang dilakukan PT Semen Tonasa dalam hal public Eksternal yaitu :
a.         PT Semen Tonasa Memberikan Bantuan ke Mesjid Kodim 1421 Pangkep.
b.         PT Semen Tonasa Peduli Bantu Korban Bencana Angin Putting Beliung
c.         PT semen Tonasa memberikan bantuan 25 ekor sapi kurban kepada 11 desa di halaman Masjid Raodhatul Muflihin, Desa Biringere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep
d.         PT Semen Tonasa Serahkan Bantuan Al-Qur’an Braille Digital
e.         HUT Semen Tonasa Ke-46, Gelar Press Conference
Kegiatan-kegiatan tersebut sesuai dengan teori bahwa perusahaan memang harus membina hubungan baik/harmonis , memberikan informasi dan memperhatikan kebutuhan public eksternal dengan adanya kegiatan seperti di atas maka public eksternal akan merasa di perhatikan dan secara tidak langsung perusahaan akan menghasilkan opini positif dari public eksternal .







 BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari apa yang telah dibahas bisa di simpulkan bahwa perkembangan Public Relations di Indonesia berkembang dengan cukup pesat dan semua itu terjadi dikarenakan perkembangan teknologi juga perubahan jaman. Public Relations memberi kesempatan kepada tiap-tiap organisasi untuk melakukan perubahan dan mendekatkan diri kepada pihak eksternal organisasi.  perkembangan PR di Indonesia bisa di simpulkan bahwa meskipun perkembangan terus ada dan malah berkembang cukup pesat PR dari dulu hingga saat ini mempunyai satu tujuan yang sama yaitu untuk memberi informasi dan menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat.
PT Semen Tonasa telah melaksanakan berbagai macam program / kegiatan yang sangat berpengaruh bagi kelangsungan perusahaan serta berpengaruh terhadap pencapaian tujuan dan peningkatan laba. Melalui kegiatan public relation yang sangat penting untuk diperhatikan dan dilaksanakan sesuai dengan sajian teori yang telah dipelajari.

3.2 Saran
Perkembangan Public Relation saat ini di era modern berkembang dengan sangat baik bahkan dengan adanya banyak sekali perusahaan atau organisasi yang membuka kegiatan Public Relations. Jadi akankah lebih baik kalau PR bisa lebih berguna bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi lebih banyak lagi dari yang sebelumnya.









DAFTAR PUSTAKA

http://www.sementonasa.co.id/
http://www.sementonasa.co.id/pressrelease_look.php?id=179



1 komentar: