PUBLIC RELATION
“Sejarah Perkembangan Public Relation dan Penerapan
Public Relation pada PT Semen Tonasa”
HALAMAN SAMPUL
HARDIANTI
35114009
3AD3
PROGRAM STUDI D3 ADMINISTRASI BISNIS
JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
2016
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
tugas makalah dengan Judul “Penerapan Public Relations pada PT. Semen Tonasa”.
Tugas makalah ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan penyelesaian
study pada Politeknik Negeri Ujung Pandang program studi D3 Administrasi Bisnis
serta untuk lebih banyak mengetahui tentang dunia kerja seorang Public
Relations yang ada di PT Semen Tonasa dengan berbagai contoh penerapan yang
dilaksanakannya.
Dalam penyusunan Tugas Makalah ini penulis menyampaikan
banyak terima kasih kepada semua pihak yang memberikan saran, dorongan,
semangat, bimbingan serta keterangan-keterangan dari berbagai pihak yang merupakan
pengalaman yang tidak dapat diukur secara materi, namun dapat membukakan mata
penulis bahwa sesungguhnya pengalaman dan pengetahuan tersebut adalah guru yang
terbaik bagi penulis.
Penulis sadar bahwa penyusunan
makalah ini masih banyak kekurangan, untuk itu saran dan kritikan sangat
diharapkan oleh penulis sebagai bahan referensi di masa yang akan datang.
Akhir kata semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat
bagi penulis sendiri, institusi pendidikan dan masyarakat luas. Amin!
Makassar, 14 November 2016
Penulis,
Hardianti
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ............................................................................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................................................................ ii
DAFTAR ISI............................................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang............................................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah........................................................................................................ 1
1.3 Tujuan ........................................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN............................................................................................................. 2
2.1 Sejarah Perkembangan Public
Relation Di Indonesia....................................................... 2
2.2 Penerapan Public Relation Pada
PT Semen Tonasa........................................................ 6
2.3 Perbandingan
Penerapan Public Relation PT Semen Tonasa.......................................... 12
BAB III PENUTUP................................................................................................................... 15
3.1 Kesimpulan.................................................................................................................. 15
3.2 Saran........................................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................ 16
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Dalam
kurun waktu 100 tahun terakhir ini Public Relations telah mengalami
perkembangan yang sangat cepat dan siginifikan baik di Indonesia sendiri maupun
di negara-negara lain di dunia. Sejarah Perkembangan Public Relations sendiri
sejalan dengan perkembangan manusia, artinya sejak manusia ada, manusia butuh
berkomunikasi untuk saling memahami satu sama lain dan sejak itu pula Public
Relation ada.
Proses
perkembangan Public Relations sendiri tidak selalu sama antara negara yang satu
dengan negara lainnya karena proses sejarah perkembangan Public Relations itu
sendiri tergantung pada situasi kondisi masyarakat yang cukup kompleks dan
selalu berubah-ubah disetiap generasi.
Di
masa mendatang Public Relations diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang
pesat dan sangat luar biasa. Sejarah perkembangan Public Relations juga terkait
dengan keberadaan manusia sebagai unsur-unsur pemberi informasi yang akan
mengembangakan Puclic Relations itu sendiri.
Konsep
dari Public Relations sendiri sebenarnya mengacu pada kegiatan penciptaan
pemahaman melalui pengetahuan dan melalui kegiatan-kegiatan tersebut akan
memunculkan perubahan yang berdampak (Jefkins,
2004:2), itu sebabnya keberadaan suatu masyarakat dapat menjadi unsur
berkembangnya public relations.
1.2
Rumusan masalah
1.
Sejarah Perkembangan Public Relations
di Indonesia
2.
Menjelaskan penerapan Public relations
pada PT Semen Tonasa
3. Membandingkan bagaimana penerapan itu dikaitkan
dengan teori
1.3
Tujuan
1. Untuk mengetahui
Sejarah Perkembangan Public Relations di Indonesia
2.
Untuk mengetahui penerapan PR pada PT
Semen Tonasa
3. Untuk mengetahui penerapan PR yang
dikaitkan dengan teori
1
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Sejarah Perkembangan Public
Relations di Indonesia
Sejarah
perkembangan Public Relations di Indonesia secara konsepsional terjadi pada
tahun 1950. Perkembangannya di Indonesia bergerak mengikuti kondisi politik dan
dan kenegaraan saat itu. Namun, sejarah lain telah mencatat bahwa perkembangan
Public relations telah ada sejak jaman kerajaan yaitu sejak jaman kerajaan
Mataram dimana ada usaha penambahan senopati untuk menyebarkan “gosip” bahwa
keturunannya akan menjadi pasangan sekaligus di lingdungi oleh Nyai Roro kidul.
Selang
waktu berjalan dalam konteks Modern, sejarah public relations di mulai pada
tanggal 18 agustus 1945, ketika Bung Karno memutuskan menunda sidang PPPKI
untuk memberikan keterangan pada Pers tentang pemilihan presiden sebelum
merumuskan UUD. Meski demikian, sebenarnya para pakar ahli Public Relations
setuju kalau Humas secara otentik yang berlaku di Indonesia dimulai pada
tanggal 17 agustus 1945.
Pada
waktu itu pemerintah mulai menyadari perlunya rakyat untuk mengetahui segala
perkembangan yang terjadi sejak pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda.
Dimana saat itu Indonesia baru memindahkan pusat ibukota dari Yogyakarta ke
Jakarta dan tentu saja proses pembenahan struktural serta fungsional dari
tiap-tiap elemen marak dilakukan pemerintah.
Berawal
dari pemikaran tersebutlah maka kegiatan Humas mulai di lembagakan dengan
menyandang nama hubungan masyarakat karena kegiatannya dilakukan lebih banyak
keluar organisasi (onong. 1991; 12).
Pertamina
adalah perusahaan Minyak swasta pertama di Indonesia yang menggunakan Public
Relations. PR memang telah banyak di gunakan, konsepnya di pahami dan digunakan
oleh pihak-pihak tersebut dengan berbagai macam pemahaman dan Implementasi.
Selanjutnya pada tahun 1952, PR mulai ada pada perusahaan asing di Indonesia
yaitu Stanvac Indonesia (milik Belanda-Amerika) yang menggunakan PR
untuk mendekati pemerintah Indonesia.
Pada
tahun 1954, Garuda Indonesia Airways mulai mengembangkan unit kegiatan PR dan
secara resmi di terapkan dalam jajaran kepolisian. Tahun 1955, kegiatan ini di
ikuti oleh Mabes polri dan beberapa instansi terkait. Kemudian di tahun 60-an,
istilah “purel” sebagai akronim PR makin populer ketimbang term humas.
Lalu pada tahun 1962, dari presidium kabinet PM juanda meginstruksikan agar setiap
instansi membentuk bagian humas, tahun inilah yang menjadi cikal bakal adanya humas di Indonesia.
Jika
semua ini dikaitkan dengan State of being dan sesuai dengan Method of
communication maka istilah humas dapat di pertanggung jawabkan tapi jika
dilakukan kepala humas hanya menjalin hubungan dengan eksternal maka hal ini
kurang tepat jika dimaksudkan kedalam Humas. Bapak Rosady Ruslan, SH, MM
membagi perkembangan Public Relations di Indonesia menjadi 4 periode, yaitu :
1.
periode 1 ( tahun 1962 )
Secara
resmi di jelaskan bahwa Humas di Indonesia lahir melalui presidium kabinet PM
juanda. Di dalamnya di jelaskan pula secara garis besar tugas ke humasan dinas,
yaitu;
Ø Tugas
Strategi untuk ikut serta dalam pembuatan keputusan oleh pemimpin hingga
pelaksanaannya
Ø Tugas
Taktis untuk memberikan informasi, motivasi, pelaksanaan komunikasi timbal
balik dua arah supaya tercipta citra atas lembaga yang diwakili.
2. Periode
tahun 1967-1971
Pada periode ini
terbentuklah Badan Koordinasi Kehumasan (BAKOHUMAS) dengan tata kerja
pelaksanaannya antara lain; Ikut serta dalam berbagai kegiatan pemerintah dalam
pembangunan khususnya dibidang penerangan dan kehumasan, pembinaan dan
pengembangan kehumasan. Tahun 1967 berdiri koordinasi antara humas departemen
yang disingkat “Bakor” dan pada tahun 1970-1971 bakor diganti menjadi
“Bakohumas” yang diatur melalui SK Menpen No. 31/kep/menpen/tahun 1971.
Kerjasama ini menitik beratkan pada pemantapan koordinasi intergrasi dan
singkronisasi dalam operasi penerangan dan kehumasan.
3. Periode tahun
1972-1993
Periode
ini di tandai dengan munculnya Public Relations kalangan profesional pada
lembaga swasta umum dengan indikator sebagai berikut;
1.
Pada tanggal 15
Desember 1972, berdiri organisasi yang disebut Perhimpunan Hubungan
masyarakat Indonesia (PERHUMAS) sebagai wadah profesi humas oleh kalangan
praktisi swasta dan pemerintah seperti; Wardiman Djojonegoro (mantan mendiknu)
dan Marah Joenoes (matan Kahupnas pertamina). Pada konvensi nasional humas di
Bandung akhir tahun 1993 lahirlah Kode Etik Kehumasan Indonesia yang
disebut “KEKI”. Perhumas juga tercata sebagai anggota internasional public
relations assosiation (IPRA) dan ASEAN PRO (FAPRO).
2.
Pada tanggal 10 April
1987 di Jakarta terbentuk Assosiasi Perusahaan Public Relatios (APPRI) dengan
beberapa tujuan untuk mewujudkan PR yang independen, seperti;
a.
Mewujudkan fungsi
Public Relations yang jujur dan bertanggung jawab dengan kode etik
b.
Memberi informasi
terhadap klien bahwa APPRI memberi nasehat dalam public relations.
c.
Mengembangkan
kepercayaan umum terhadap public relations.
4. Periode
1993-sekarang
Public
relations berkembang di kalangan swasta bidang profesional khusus dengan
indikator sebagai berikut;
a.
Pada tanggal 27
November 1995, terbentuk himpunan Humas Berbintang (H-3). Himpunan ini di
peruntukkan sebagai wadah organisasi profesi HUMAS bidang jasa
perhotelan, berkaitan erat dengan organisasi PHRI (perhimpunan Hotel dan
Restoran di Indonesia).
b.
Tanggal 13 september
1996, diresmikannya Forum Komunikasi Antar Humas Perbankan (FORKAMAS) oleh
gibernur BI Soedradjad Djiwandono. Forum ini resmi bagi para pejabat HUMAS
(Public Relations Officer), baik bank pemerintah (HIMBARA), swasta (PERBANAS),
dan asing yang beroperasi di bidang jasa perbankan di Indonesia.
c.
(perusahaan yang go
public) di pasar Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya yang memiliki
lembaga Secretary.
d.
Berdirinya PRSI
(Public Relations Society of Indonesia) pada tanggal 11 November 2003 di
jakarta. Ini menyerupai PRSA (Pubic Relations society of Amerika), sebuah
organisasi profesional yang bergengsi dan berpengaruh serta mampu memberikan
sertifikasi akreditasi PR profesional (APR) di Amerika yang di akui secara
internasional.
e.
PRSI atau masyarakat
PR Indonesia (MAPRI) pertama kali di pimpin oleh August Parengkuan seorang
wartawan senior harian kompas da mantan ketua perhumas-Indonesia. Tujuan
organisasi ini adalah meningkatkan kesadara, kepedulian, kebersamaan,
pemberdayaan serta partisipasi para anggotanya untuk berkiprah sebagai PR
professional dalam aktivitas secara nasional maupun internasional.
Meski
dikatakan PR di Indonesia berkembang cukup pesat namun Public Relations di
Indonesia sendiri lupa akan hakikinya. Seperti yang terdapat dalam sasaran PR
yaitu Internal dan Eksternal Public. Namun sekarang, PR lebih
intens terhadap eksternal public selain itu PR juga merupakan komunikasi dua
arah (Reciprocal two ways traffic communications). Artinya, dalam PR
penyampaiannya public relations di harapkan untuk menghasilkan umoan balik
sehingga nantinya diharapkan dapat menjadi evaluasi.
Pada
periode pertama public relations di Indonesia secara struktural belum banyak
yang bisa ditempatkan dalam top management karena orientasinya belum
bisa dikatakan sebagai “PR Sejati” sebab berbeda dengan pengertian konsep PR
yang di terapkan oleh Ivy L.Lee. Namun, meskipun begitu hingga kini
perkembangan-perkembangan PR terus ada dan di Indonesia juga berkembang hingga
bisa dikatakan “PR Sejati” hal ini merupakan akibat dari perkembangan teknologi
yang membawa perubahan.
Sehingga
kini, dapat disinkronisasikan dengan rumusan fungsi PR dari Departemen
Penerangan R.I, yaitu;
a. Melaksanakan
Hubungan ke dalam, yaitu pemberian pengertian tentang segala hal mengenai
Departemen Penerangan terhadap “Internal Public” yaitu para karyawan.
b. Melakukan
hubungan ke luar, yaitu pemberian informasi tentang segala hal mengenai
Departemen Penerangan terhadap “External Public” yaitu masyarakat pada umumnya.
c. Melakukan
pembinaan serta bimbingan untuk mengembangkan Kehumasan sebagai medium
penerangan.
d. Meyelenggarakan
Koordinasi Integrasi dan Sinkronisasi serta kerjasama kegiatan Hubungan
Masyarakat untuk penyempurnaan pelayanan penerangan terhadap umum.
e. Dari
beberapa keterangan bisa disimpulkan bahwa sejarah perkembangan PR di Indonesia
terus berkembang hingga saat ini dan tidak memperkecil kemungkinan kalau PR di
Indonesia akan terus mengalami perubahan secara signifikan dari tahun ke tahun.
2.2 Penerapan Public Relations Pada PT Semen Tonasa
1.
Internal Publik
a. Diklat
Pengelolaan Laporan Keuangan Perusahaan
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Biro
Diklat bekerjasama dengan Bintang Baru Melati (BBM) merupakan sebuah pelatihan
yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dari para
karyawan terkait dalam pengelolaan laporan keuangan perusahaan. Pada pelatihan
yang berjalan selama 3 hari, yakni 11 hingga 13 Agustus 2013, bertempat di
Gedung Diklat PT. Semen Tonasa ini diikuti kurang lebih 20 peserta pelatihan,
yang tidak hanya karyawan PT. Semen Tonasa tetapi juga diikuti
oleh
beberapa karyawan afiliasi, diantaranya PT. PKM, Koperasi, YKST.Kepala Biro
Pengembangan SDM Drs. Luh Gede Januati, yang membuka kegiatan ini dalam
sambutannya mengatakan, "karyawan yang diundang untuk mengikuti diklat,
harus terlepas dari tanggung jawab dari pekerjaannya sehingga bisa fokus
mengikuti jalannya diklat," ungkapnya. Olehnya itu ia berharap agar
peserta diklat bisa mengikuti pelatihan ini dengan baik sampai dengan hari
terakhir, sehingga bisa memperoleh apa yang menjadi tujuan dilaksanakannya
pelatihan ini.
Sementara itu Marita, SE, Msi, Ak, CA
instruktur pelatihan ini menjelaskan tentang apa yang menjadi tujuan,
karakteristik, komponen, jenis, serta penyusunan dari pada pengelolaan laporan
keuangan perusahaan. (Humas.st/Why)
b. Sosialisasi Program BPJS oleh BPJS
Ketenagakerjaan
Guna meningkatkan pengetahuan karyawan
mengenai program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), PT Semen Tonasa
melakukan sosialisasi dengan mengundang BPJS Ketenagakerjaan sebagai
instruktur. Acara yang diselenggarakan oleh Departemen SDM ini diikuti sekitar
40 karyawan dan afiliasi, berlangsung di ruang rapat lantai 6 kantor pusat,
Rabu, 17 Februari 2016. Sosialisasi yang dibawakan oleh Aminah Arsyad, dibuka
langsung oleh Kepala Departemen SDM Dede Hasan Soleh.
Dalam
pemaparan yang dibawakannya, Aminah Arsyad menjelaskan tentang aturan, iuran ,
manfaat, dan juga perbedaan dari program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan
Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan juga Jaminan Pensiun.
Selain itu, Ibu Aminah juga menjelaskan tentang contoh kasus atau simulasi
untuk program jaminan pensiun.
Para
peserta antusias mengikuti sosialisai yang dibawakan oleh instrukut Aminah
Aryad, dan tidak sedikit dari mereka yang melontarkan pertanyaan kepadanya.
c. Memperhatikan
kesehatan dan keselamatan karyawan
PT Semen Tonasa sangat memperhatikan
kesehatan dan keselamatan karyawannya, PT Semen
Tonasa menyadari bahwa karyawan atau tenaga kerja merupakan asset perseroan
yang sangant penting keberadaannya dalam mendukung kelangsungan operasional
perusahaan, oleh karena itu kondisi keselamatan dan kesehatan karyawan harus
dijamin.
d.
RUPS PT Semen Tonasa Tahun 2013
Makassar
(10/03), Sebagai bagian dari tanggung jawab Direksi PT Semen Tonasa kepada
Pemegang Saham dalam hal ini pemegang saham mayoritas adalah PT Semen Indonesia
(Persero), Tbk dan pemegang saham minoritas adalah Koperasi Karyawan Semen
Tonasa, maka pada hari Senin, 10 Maret 2014 bertempat di Gardenia Hall Hotel
Grand Clarion Makassar, PT Semen Tonasa telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan untuk tahun buku 2013.
RUPS
PT Semen Tonasa dihadiri oleh Dewan Komisaris dan Direksi PT Semen Tonasa serta
Direksi PT Semen Indonesia (persero), Tbk dan Ketua Koperasi Karyawan Semen
Tonasa selaku pemegang saham serta Notaris Andi Sengngeng Pulaweng Salahuddin,
SH, M.Kn. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sesuai Anggaran Dasar Perseroan
dipimpin oleh Komisaris Utama PT Semen Tonasa Prof. Dr. dr. Idrus. A. Paturusi,
Sp.B, Sp.Bo yang didampingi oleh Dewan Komisaris lainnya
2.
Eksternal Publik
a. PT
Semen Tonasa Memberikan Bantuan ke Mesjid Kodim 1421 Pangkep.
PT Semen Tonasa memberikan bantuan
untuk perbaikan dan pembangunan Mesjid Nurul Iman Kodim 1421 Pangkep, Rabu, 19
Oktober 2016. Bantuan sebesar 50 juta ini diserahkan langsung oleh Sekretaris
Perusahaan Muh. Arifin, SH didampingi Kepala Seksi Humas Moh. Jerrynindra
kepada Wakil Dandim 1421 Pangkep Pasilog Kapt Inf Muh. Kasim. “Dengan adanya
bantuan ini, diharapkan masyarakat sekitar dapat menikmatinya untuk
melaksanakan ibadah dalam meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT,” urainya.
(Humas.st/Why&Jr)
b. PT Semen Tonasa Peduli Bantu Korban
Bencana Angin Putting Beliung
PT. Semen Tonasa
menyalurkan paket bantuan kepada 57 pemilik rumah korban bencana angin puting
beliung yang terjadi dua hari lalu di Kecamatan Pangkajene dan Kecamatan Minasa
Te ne, Pangkep.
Penyerahan bantuan ini dilakukan di
Kantor Kelurahan yang berada dalam lokasi Korban Puting Beliung, Selasa (6/1). Keempat
Kelurahan yang mendapat bantuan tanggap darurat yakni, Kelurahan Tumampua
sebanyak 13 rumah, Kelurahan Anrong Appaka sebanyak 25 rumah, Kelurahan Bonto
Perak 7 rumah dan Kelurahan Bontolangkasa sebanyak 12 rumah serta 1 rumah di
Kelurahan Mappasaile.
Sekretaris
Perusahaan, H.M. Arifin, SH didampingi Kadep. CSR dan Umum Ferry Djufry,
menyerahkan langsung bantuan berupa sembako dan uang tunai kepada seluruh
korban. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa kegiatan pemberian bantuan ini
merupakan bagian dari Program Tonasa Peduli yang diprogramkan dalam CSR PT.
Semen Tonasa. Kepala Kelurahan Anrong Appaka, Lukman Murtala salah satu
dari lima kelurahan yang mendapat bantuan menyatakan terima kasih atas bantuan
dari PT. Semen Tonasa. Ia menuturkan, kelurahannya sudah dua tahun
berturut-turut tertimpa bencana dan Semen Tonasa selalu hadir memberikan
bantuan. (Humas ST/Syaf).
c. PT semen Tonasa memberikan
bantuan 25 ekor sapi kurban kepada 11 desa di halaman Masjid Raodhatul
Muflihin, Desa Biringere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep
Bantuan
25 ekor sapi itu dalam rangka Idul Adha 1437 hijriyah."Tiap tahun
kita kontribusi untuk 11 desa di wilayah ring 1 Kabupaten Pangkep, gunanya agar masyarakat
kurang mampu di desa-desa ini bisa juga merasakan daging kurban di hari
raya," kata Direktur Keuangan Tonasa, M Subhan kepada TribunPangkep.com.
Subhan menambahkan,
bantuan sapi kurban itu karena Tonasa peduli sesama dan ingin mempererat tali silaturrahim.
Sasaran bantuan sapi
kurban selain desa, juga mencakup Masjid Al Markas Makassar, Masjid Raya Pangkep dan Ikatan Pemuda Pelajar
Mahasiswa (IPPM) Pangkep.
d.
PT Semen Tonasa
Serahkan Bantuan Al-Qur’an Braille Digital
Dihari Ulangtahunnya yang ke 48, PT
Semen Tonasa memberikan Al-qur’an Braille Digital sebanyak 100 buah kepada
penyandang Tunanetra, sebagai bentuk kepedulian antar sesama sekaligus
mensukseskan program yang dicanangkan pemerintah, berlangsung di Ruang Auditorium
PT Semen Tonasa, Rabu, 2/11/16, dihadiri oleh Jajaran Komisaris PT Semen
Tonasa, Jajaran Direksi PT Semen Tonasa, Alumni PT Semen Tonasa, Syeikh Ali
Saleh Muhammad Ali Jabber, Ketua yayasan Qur’an Braille Digital International
Drs, H Arief Pribadi MMTR, Tamu Undangan, serta seluruh penyandang tunanetra
yang akan menerima qur’an.
PT Semen Tonasa
adalah merupakan perusahaan yang pertama di Indonesia yang mendukung program
ini, dan hal ini mendapatkan apresiasi dari Ketua Yayasan Braille Digital
International Drs, H Arief Pribadi MMTR, hal ini juga diutarakan oleh syeikh
Ali Saleh Ali Jabber saat memberikan Tausiyah agama, Ia mengatakan “PT Semen
Tonasa adalah merupakan perusahaan yang pertama dari sekian banyak perusahaan
yang ditawarkan, hanya dalam waktu singkat saat bertemu dengan Direktur Utama
PT Semen Tonasa Ir, H Andi Unggul Attas di bulan juli lalu, yang langsung
tertarik sekaligus menyetujui dan mendukung program ini” ujarnya.
e.
HUT Semen Tonasa Ke-46,
Gelar Press Conference
Angka
pendapatan dari penjualan PT Semen Tonasa di quartal III periode
Januari-September tahun 2014 ini mencapai Rp3,815 triliun atau meningkat 11,8
persen dibanding periode yang sama di tahun 2013 lalu. Direktur Utama PT Semen
Tonasa, Andi Unggul Attas, mengatakan, sejauh ini kinerja perusahaan sampai
awal kuartal ketiga atau sampai dengan bulan september 2014 menunjukkan
peningkatan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut
Unggul, peningkatan tersebut sejalan dengan adanya tambahan Produksi dari Pabrik
Tonasa Lima sebesar 2,5 Juta ton pertahun. Ia menambahkan, khusus untuk target
penjualan Semen Tonasa sepanjang tahun 2014 ini yakni sebesar 6,7 ton atau
tumbuh 7,1 persen dari tahun 2013. "Market share secara nasional
ditargetkan sebesar 9,3 persen dan untuk Kawasan Timur Indonesia sebesar 40,03
persen," urainya.
Sementara
itu dari berbagai program CSR, Unggul mengatakan sampai saat ini Semen Tonasa
telah menggelontorkan dana sebesar Rp19,2 miliar, dengan program unggulan
seperti Tonasa Bersaudara, Tonasa Mandiri yakni program dalam bentuk pemberian
dana usaha kemitraan kepada pelaku ekonomi mikro, Tonasa Cerdas merupakan
pendanaan pada bidang pendidikan, Kemudian Tonasa Sehat yang memberikan bantuan
pengobatan gratis kepada masyarakat sekitar Tonasa. Serta Tonasa Hijau yang
merupakan program kepada kegiatan pelestarian lingkungan hidup. (Hms ST/Sya)
2.3 Perbandingan
Penerapan Public Relation PT Semen Tonasa dengan Teori
Setelah melihat
beberapa contoh penerapan Public Relation pada PT Semen Tonasa diatas maka
dapat dilakukan perbandingan sebagai berikut:
1.
Penerapan Public
Relation terhadap public internal pada PT Semen Tonasa yaitu:
Pentingnya Internal
Public Relations adalah kegiatan PR untuk membina hubungan dengan
Public Internal, seperti karyawan, para manajer, para manajemen, dan parapemegang
saham (stockholders) agar citra dan reputasi perusahaan atau organisasi tetappositif di mata public internal. Kegiatan hubungan internal ini
pun berupaya tetap memelihara budaya perusahaan
(corporate culture) yang sudah
terbentuk sebelumnya.elalui budaya
perusahaan ini pula, akan membentuk senses of belonging (rasa memiliki)dan sense
of responbility (rasa tanggung jawab) public internal pada organisasi dan perusahaan.
Pada hubungan
masyarakat kedalam, yang menjadi khalayaknya ialah employee dan stockholder.
Dalam kaitan kedua macam khalayak ini dikenal hubungan-hubungan yang di sebut
sebagai :
a.
Hubungan dengan karyawan
(employee relations)
b.
Hubungan dengan pemegang saham
(stockholder relations).
Beberapa
kegiatan yang telah dilaksanakan oleh PT Semen tonasa terhadap public internalnya seperti :
1.
Employee
relation dengan mengadakan Diklat Pengelolaan Laporan Keuangan Perusahaan
2.
Melakukan kegiatan Sosialisasi Program BPJS oleh BPJS Ketenagakerjaan
3.
Memperhatikan kesehatan
dan keselamatan karyawan.
Kegiatan-kegiatan
tersebut sesuai dengan teori bahwa perusahaan tidak hanya memperhatikan public
eksternal perusahaan tetapi juga memperhatikan public internalnya, dengan
adanya kegiatan seperti di atas membuat karyawan merasa di perhatikan dan
karyawan akan merasa puas serta hubungan baik akan selalu harmonis.
2.
Penerapan Public
Relation Terhadap Eksternal pada PT Semen Tonasa
Public eksternal
adalah public yang berada di luar perusahaan yang harus diberikan informasi
yang sebaik-baiknya untuk membina hubungan baik dengan para public eksternal.
Untuk membina hubungan baik dengan public eksternal dapat
dilakukan dengan cara:
a.
Membina hubungan baik
dengan pelanggan
Perusahaan
yang sukses adalah
perusahaan yang mampu untuk menjalin relationship jangka panjang dengan pelangganya. Relationship
jangka panjang berarti pelanggan yang
loyal di mana kebutuhan dan keinginannya terpuaskan. Karena itu, mereka
perlu untuk memanjakan para
pelanggannya untuk menjadikan mereka tetap loyal. Tugas pemasar
di sini adalah bagaimana untuk
tetap mempertahankan pelanggannya
agar tetap loyal terhadap produk atau jasa yang
ditawarkan.
b.
Membina hubungan baik
dengan perss relation
Kegiatan
public relations dalam rangka mengatur dan membina hubungan baik dengan pihak
pers/media, PR harus mempunyai hubungan yang baik dengan pers, sebab mereka
mempunyai peranan penting dalam kemajuan dan perkembangan perusahaan/instansi
yang menyangkut pemberitaan baik negative maupun positif. Jadi pers merupakan
kunci kesuksesan dari kegiatan public relations suatu perusahaan.
c.
Membina hubungan baik
dengan Government Relations
Kegiatan public relation dalam rangka
membina hubungan yang baik dengan pemerintah sangatlah penting, dengan tidak
melanggar aturan atau hukum, pemerintah pun akan mendukung penuh perusahaan
dalam pencapaian tujuan.
d.
Membina hubungan baik
dengan Community Relation
Saat
ini hubungan antar orang tidak diragukan lagi pentingnya, apalagi antara
hubungan bisnis dengan komunitas sekitarnya, dengan menciptakan Corporate Social Responsibility
yang baik untuk kepentingan masyarakat luas.
Dengan kegiatan itu hubungan baik dengan masyarakat luas akan lebih
terjaga.
Kegiatan
yang dilakukan PT Semen Tonasa dalam hal public Eksternal yaitu :
a.
PT Semen Tonasa Memberikan Bantuan ke Mesjid Kodim 1421 Pangkep.
b.
PT Semen Tonasa Peduli Bantu Korban Bencana Angin Putting Beliung
c.
PT semen Tonasa memberikan
bantuan 25 ekor sapi kurban kepada 11 desa di halaman Masjid Raodhatul
Muflihin, Desa Biringere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep
d.
PT Semen Tonasa Serahkan Bantuan Al-Qur’an Braille Digital
e.
HUT Semen Tonasa Ke-46, Gelar
Press Conference
Kegiatan-kegiatan
tersebut sesuai dengan teori bahwa perusahaan memang harus membina hubungan
baik/harmonis , memberikan informasi dan memperhatikan kebutuhan public
eksternal dengan adanya kegiatan seperti di atas maka public eksternal akan
merasa di perhatikan dan secara tidak langsung perusahaan akan menghasilkan
opini positif dari public eksternal .
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari
apa yang telah dibahas bisa di simpulkan bahwa perkembangan Public Relations di
Indonesia berkembang dengan cukup pesat dan semua itu terjadi dikarenakan
perkembangan teknologi juga perubahan jaman. Public Relations memberi
kesempatan kepada tiap-tiap organisasi untuk melakukan perubahan dan
mendekatkan diri kepada pihak eksternal organisasi. perkembangan PR di Indonesia bisa di simpulkan
bahwa meskipun perkembangan terus ada dan malah berkembang cukup pesat PR dari
dulu hingga saat ini mempunyai satu tujuan yang sama yaitu untuk memberi informasi
dan menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat.
PT
Semen Tonasa telah melaksanakan berbagai macam
program / kegiatan yang sangat berpengaruh bagi kelangsungan perusahaan serta
berpengaruh terhadap pencapaian tujuan dan peningkatan laba. Melalui kegiatan
public relation yang sangat penting untuk diperhatikan dan dilaksanakan sesuai
dengan sajian teori yang telah dipelajari.
3.2 Saran
Perkembangan
Public Relation saat ini di era modern berkembang dengan sangat baik bahkan
dengan adanya banyak sekali perusahaan atau organisasi yang membuka kegiatan
Public Relations. Jadi akankah lebih baik kalau PR bisa lebih berguna bagi
masyarakat untuk mendapatkan informasi lebih banyak lagi dari yang sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.sementonasa.co.id/
http://www.sementonasa.co.id/pressrelease_look.php?id=179
m370s4hgobs509 wholesale sex toys,sex chair,dildo,rabbit vibrators,wholesale sex toys,vibrators,G-Spot Vibrators,anal toys,dog dildo r881g7onwqu607
BalasHapus